mungkin pahit rasanya obat, tapi jika ingin sembuh, itulah salah satu sarananya..
Dan ketika kita diberi pilihan untuk mengetahuinya atau tidak, mungkin kita akan ragu. Padahal sungguh seolah-olah sudah tertulis bahwa apa yang kita takutkan ternyata telah terjadi.
Ketika kita memilih untuk tidak tahu, kita akan menjalani hidup kita seolah-olah, itu tidak terjadi. Berusaha menghindari hal-hal yang berkaitan dengan hal yang kita takutkan tersebut. Seolah-olah harapan kita masih ada. dan itu tetap tidak mengubah, bahwa semua yang kita takutkan telah terjadi.
Dan ketika kita memilih untuk tahu,mungkin terasa sangat sakit, sangat berat, bahkan mungkin sebagian dari diri kita sudah hancur. Dan beberapa waktu kemudian, kita akan tersadar,,, oh gini ya rasanya? dan tak berapa lama lagi mungkin kita sudah bisa melangkah lagi.
Dan mungkin masih butuh waktu untuk mencerna semua yang terjadi, tapi tetap percaya, bahwa yang memberi tahu kebenaran pahit itu, hanya ingin sebuah kebaikan insyaAllah. Sehingga engkau bisa melangkah lagi, mencari apa yang menjadi tujuan hidupmu.
Dan Tahanlah dirimu dari sekedar emosi sesaat.Tak salah dirimu berbagi, jika engkau rasa ini sulit. Tapi janganlah engkau berkata dusta, atau menjelek-jelekan. Ingatlah, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata dengan perkataan yang baik atau diam." (HR.Bukhari dan Muslim).
Dan akhirnya, bersemangatlah terhadap apa-apa yang bermanfaat bagimu, Mintalah tolong kepada Allah dan janganlah engkau lemah.
*
* Sebuah catatan untuk diri sendiri, belajar dari pengalaman seseorang yang sungguh semoga Allah memberi kesabaran dan petunjuk kepadanya.
No comments:
Post a Comment