majalah,,, any random update
dudafnAlhamdulillah,
ada agen resmi majalah2 keren di sg *ngelirik ukhty kecil yang masi fighting dengan exam terakhir.
majalah pertama yang terbaca,, mantebhbhbh (fatawa edisi maret,,, blm dapet yang edisi febuary sama nikah yg edisi most wanted...).
beberapa update dari company,,, direct supervisor yang dulu interview rismi,,, 2-2nya udah resign. satu cewe ke belanda ikut sang suami yg ambil phd, yang satu lagi cowo ke europe juga. salah satu efeknya adalah naik pangkatnya 2 temen pulangku menjadi leader bagi team physical dan electrical. *jadi agak gimana gt kalo sekarang pulang bareng mereka*. Tapi sejak saat itu,, akses ke electrical grup semakin terbuka. bukan dalam artian, mau transfer, ,,, tapi lebih belajar ke alat dan basic principlenya...
update dari rumah, punya sepupu baru. secara bulek(kholatii) baru ngelahirin. wanita juga alhamdulillah. sapa ya namanya,, sempet urunan nama... tp blm tau dipake ga.
Update lain.. Adek baru mau UM UGM minggu ini (13 insyaAllah). trus mau UNAS (22 April). Dedek Iwan masi bandel dan item (katanya). Jadi inget ketika kemaren mau ke kembangan, ngeliat adek2 kecil, agak item, bawa ransel besar, pake peci, makan old chang kee, jalan bareng ke college. hiks,,, tiba2 nangis sendiri, inget dek iwan yang kurang lebih deskripsinya sama(Seumur kayanya). ketika di sms "kangen dek iwan"... mbalesnya singkat jelas padat
"aku podo podo"
kyaaaaaaaaaaaaaaa.... kejam
Labels: slice of life
kesan pertama, mungkin menggoda...selanjutnya, menunduk saja
masih teringat jelas iklan salah satu merek parfum di indo
"kesan pertama bagitu menggoda, selanjutnya ... terserah anda". Mungkin iklan ini merujuk ke bau harum parfum tersebut yang akan menimbulkan kesan pertama. tapi kalo inget2 iklannya, sepertinya lebih ke waktu terjadinya "eye contact" yang menimbulkan kesan2 ini.
kenapa tiba2 ngomongin ini?
karena ada segolongan orang yang ternyata mungkin belum paham (atau sudah paham , tapi terkadang terlupakan,, huhu), bahwa hanya pandangan pertama saja yang milik kita. pandangan2 selanjutnya adalah diharamkan. di kantor sendiri, akhir2 ini sering merasa terlalu terpengaruh pergaulan (kok nyalahin pergaulan,,,) . walau FA dept dikuasai para wanita, ternyata efek "teman baik dan buruk" terasa juga.
semoga menjadi pengingat diri
====
mungkin sebagian orang ada yang berkata: "jika aku memandang seseorang sekali pandang, lalu hatiku benar2 terpaut padanya. Maka bolehkah aku memandangnya berkali2 sehingga dengan itu hatiku merasa terobati?"Jawabnya: "inilah tipu daya syaitan dan ini tidak diperbolehkan karena sepuluh alasan:- Allah telah memerintahkan untuk menundukkan pandanga n. Dan Allah tidak akan membuat kesmebuhan ada apa2 yang diharamkan-Nya kepada hambaNya.
- Nabi pernah ditanya tentang pandangan yang tiba2, dan beliau tahu efek pandangna itu terhadap hati, maka sebagai obatnya Rasulullah memerintahkannya agar memalingkan pandangannnya, bukan dengan terus menerus memandangnya.
- Rasulullah memberitahukan bahwa pandangan pertama itu;ah yang dimaafkan, sementara pandangan kedua tidak dimaafkan. mustahil pandangan pertama yang dimaafkan menjadi oenyakit sementara pandangan kedua yang diharamkan menjadi obat penawar.
- secara zhahir perintah memalingkan pandangan berlaku bagi yang melihat pertama kali. mustahil seseorang tidak jatuh dalam bahaya dengan memandang berulang kali.
- mungkin ia melihat orang yang dikaguminya lebih dari apa yang terdapat dalam hatinya, maka dengan itu penderitaannya semakin bertambah.
- iblis turut bersamaan pada pandangan yang kedua, dan menghiasi orang yang dipandangnya menjadi indah,maka lengkaplah bencana yang menimpanya.
- ia tidak akan dibantu untuk mencapai tujuannyajika berpaling dari solusi yang ditawarkan syariat, lalu dia memilih berobat dengan sesuatu yang diharamkan Allah. Wajar sekali jika pertolongan Allah tidak berpihak padanya.
- pandangan pertama adalah panah iblis yang beracun. pandangan kedua tentunya lebih hebat lagi racunnya, Bagaimana mungkin seseorang yang kena racun berobat dengan racun pula?
- pelaku perbuatan ini berada dalam posisi bersikap di hadapan Allah dalam meninggalkan sesuatu yang dicintainya-menurut anggapannya-. Dan dengan memandang kedua kali ini ia ingin mengetahuo hakikat orang yang dipandangnya. Jika ternyata orang yang ia lihat tidak ia sukai maka ia akan meninggalkannya. JAdi ia meninggalkannya karena tidak sesuai dengan seleranya, bukan karena Allah. Lalu manakah sikap terhada Allah dengan meninggalkan sesuatu yang ia cintai karena Allah semata.?
- untuk memperjelas akan diberikan contoh. Jika anda menunggang kuda yang baru, kemudian ia masuk jalan yang sempit dan mustahil dapat ditembus. sementara mustahil pula untuk kembali berputar dan keluar. Jika kuda terus berusaha untuk menembus jalan, maka ia berusaha untuk menarik tali kekangnya agar kuda tidak masuk jalan itu. Jika kuda masih melangkah kedepan satu atau dua langkah, amak ia harus menariknya ke belakang dnegan segera seblum benar2 masuk ke jalan yang smepit itu. Jika dia menariknya mundur ke belakang, maka itulah jalan yang paling mudah baginya untuk keluar. Tetapi jika terlambat dan kuda telah masuk ke jalan yang sempit tadi kemudian baru ia berupaya untuk menariknya ke belakang, tentu akan sulit mengeluarkannya. apakah orang yang berakal berkata "jalan menyelamatkan kuda adalah dengan membiarkannya menerobos jalan yang sempit itu?"
Demikian pula dengan pandangan mata, apabila meninggalkan pengaruh di dalam hati, maka andaikata orang yang memandang segera menahannya tentu dampak yang melekat dihati mudah diobati. Namun jika dia berulang2 melihatnya, mengamati keindahan yang dipandangnya, kemudiann merasuk ke dalam hati yang kosong dan terukir di sana, jelas cinta telah bersemayam dengan kokoh di dalam hatinya. Setiap kali ia memandang, ibarat air yang terus menerus menyirami tanaman, hingga pohon cinta akansemakin bersemi di dalam hati dan akan merusaknya. membuatnya berpaling dari memikirkan paa yang diperintahkan Allah kepadnya. Dengan itu pemilik hati telah ditimpa ujian berat, tenggelam ke dalam lautan fitnah dan hatinya terjatuh ke dalam jurang kehancuran.sebabnya tidak lain adalah kenikamatan yang ia dapat dari pandangan pertama, akhirnya ia ketagihan untuk mengulanginya. Ibarat orang yang ktagihan makanan lezat setrelah mencicipinya sekali. Andai saja ia menahan pandangannyayang pertama, niscaya hatinya akan tenang dan selamat*(taken from bila hati dimabuk cinta hal 86-89)