Monday, May 14, 2007

Akibat Maksiat

Dari website radio hang. www.hang106.or.id
====

Akibat yang sesungguhnya maksiat dan pengaruhnya yang membahayakan bagi manusia didunia dan akhirat,tidak diketahui kecuali oleh Alloh.Namun demikian pengaruh maksiat itu dapat dirasakan antara lain ,berupa:

1.Tidak mendapatkan Ilmu

Sesungguhnya ilmu adalah sinar yang diletakkan Alloh di dalam hati.Sedangkan maksiat mamadamkan sinar tersebut.

Setelah Imam Syafi’I duduk didepan Imam Malik dan dibacakan kepadanya hal-hal yang membuat Imam Malik kagum;yaitu tentang kecepatan pengetahuannya,kecerdasannya serta pemahamannya yang sempurna,maka ia berkata:”Saya melihat Alloh telah meletakkan sinar dalam hatimu.Jangan engkau padamkan dengan kegelapan maksiat,” kata Imam Malik.

Menjawablah Imam Syafi’i :”Saya mengeluh kepada Waqi’ hafalanku jelek,sehingga ia menasehatiku untuk meninggalkan maksiat.”


2.Tidak Mendapatkan Rejeki

Dalam Musnad dikatakan :”Sesungguhnya seorang hamba tidak mendapatkan rejeki karena dosa yang diperbuat.”

Telah diterangkan diatas,bahwatakwa kepada Alloh itu mendatangkan rejeki.Sedangkan meninggalkan takwa mendatangkan kefakiran dan kemiskinan.


3.Kerisauan dKesepian dihatinyaan

Antara dia dengan Alloh,dalam hatinya tidak ada keseimbangan dan keterkaitan yang disertai dengan kenikmatan mendasar.Sekiranya kenikmatan-kenikmatan dunia seisinya diberikan kepadanya tidak akan mampu mengimbangi keresahan seorang manusia.


Ini adalah suatu hal yang tidak dirasakan,kecuali oleh seorang yang hatinya hidup.Luka tidak akan membuat orang mati merasa sakit.Maka sekiranya engkau tidak membiarkan maksiat yang membuat keresahan atau perasaan sepi,tentulah setiap orang yang berakal memilih untuk meninggalkan maksiat.

Tidak ada yang lebih pahit dalam hati daripada kerisauan karena kesepian atau keterasingan antara dirinya dengan orang-orang lain.Lebih-lebih dengan orang-orang baik dilingkungannya.
Setiap perasaan keterasingan itu menjadi kuat,maka ia akan menjauhkan diri dari lingkungan dan dari majelis-majelis mereka.Ia tidak akan mendapatkan manfaat dari orang-orang baik.
Akhirnya ia mendekati kelompok setan,berbanding dengan jauhnya kelompok orang yang dekat dengan Alloh.Perasaan keterasingan ini bertambah kuat dan akhirnya menguasai dirinya,kemudian terjadilah rasa keterasingan antara dia dengan keluarganya serta anak-anaknya,dan dia akan menjadi risau dan tertekan.


3.Banyak Mendapatkan Kesulitan

Keadaan dan berbagai hal yang berkaitan dengan dirinya menjadikannya banyak menemui kesulitan,dan dia tidak mendapatkan pemecahan ,kecuali jalan buntu atau jalan yang serba sulit.Sebaliknya,orang yang bertakwa kepada Alloh akan mendapatkan keringanan.Sedangkan orang yang tidak bertakwa maka akan mendapatkan kesukaran dari Alloh dalam berbagai urusannya.Sangat mengherankan,bagaimana seorang hamba mendapatkan pintu-pintu kebaikan dan kemaslahatan tertutup,sedangkan dia tidak mengetahui bagaimana asal muasalnya.


5.Kegelapan Dalam Hatinya

Kegelapan dalam hatinya akan sungguh-sungguh ia rasakan seperti gelap pekatnya malam.Bila ia diberi petunjuk,maka kegelapan maksiatnya itu masuk menutupi hatinya seperti kegelapan perasaan terhadap penglihatannya.Sesungguhnya ketaatan itu merupakan nur (cahaya).Setiap kali kegelapan itu menguat,maka bingunglah ia hingga jatuh kadalam bid’ah dan kesesatan serta hal-hal yang membinasakan,sedang ia tidak merasa.Bagaikan orang buta yang keluar di kegelapan malam sendirian,dan dalam kegelapan itu bertambah gelap tak nampak oleh mata apapun yang berada di sekelilingnya.

Berkatalah Abdullah bin Abbas:”Sesungguhnya untuk kebaikan itu ada cahaya pada wajah,sinar pada hati,kelapangan pada rejeki,dan kekuatan pada badan,serta kecintaan dihati banyak orang terhadap dirinya.Adapun pada perbuatan buruk terdapat warna hitam pada wajah,kegelapan dalam hati,kelemahan badan,kekurangan rejeki dan rasa benci kepadanya dihati banyak orang.


6.Maksiat itu Melemahkan Hati dan Badan

Kelemahan pada hati merupakan hal yang nyata,bahkan akan terus menerus melemahkannya hingga habislah semua kehidupannya.

Adapun kelemahan pada badan,maka sesungguhnya orang mukmin itu kekuatannya terletak pada hati.Bilamana hatinya menguat,badannyapun menjadi kuat.Sedangkan orang yang jahat,rusak,walaupun berbadan kuat,sesungguhnya ia paling lemah.Disaat memerlukan,ia dikhianati,dikelabuhi oleh kekuatannya yang paling diperlukan oleh dirinya.Bayangkan,kekuatan badan orang-orang Persia dan Romawi dapat mengelabuhi mereka.Kekuatan badan itulah yang paling mereka andalkan .Mereka dihancurkan oleh orang-orang beriman dengan kekuatan dan hati.


7.Kehilangan Ketaatan

Tidak ada hukuman bagi suatu dosa,kecuali hukuman itu adalah terhalangnya seseorang pada ketaatan kepada Alloh.Juga akan terputuslah jalan-jalan kebaikan yang lain.Sedangkan setiap ketaatan itu lebih baik dari dunia seisinya.Ibaratnya seorang laki-laki makan suatu makanan yang mendatangkan suatu penyakit yang lama,yang akhirnya mencegahnya dari berbagai macam makanan yang enak dan baik.Maha Suci Alloh,Maha Penolong,hanya Dia yang dapat dimintai pertolongan.


8.Kemaksiatan Mengurangi Umur dan Mengikis Berkah

Sesungguhnya kebaikan itu menambah umur dan kejahatan mengurangi umur.Hidup itu sebenarnya adalah kehidupan hati.Sedangkan umur manusia selama hidupnya sebenarnya bukanlah miliknya,tetapi waktu-waktu hidupnya bersama Alloh itulah yang merupakan waktu-waktu umurnya.Maka kebaikan,takwa dan taat akan bertambah pada saat manusia dalam keadaaan tersebut.Inilah hakikat usia manusia,tidak ada usia selain dari makna itu.

Kesimpulannya,adalah bahwa bila seorang hamba berpaling dari Alloh dan sibuk dalam kemaksiatan,akan hilanglah hari-hari hidupnya yang hakiki.Sehingga pada akhirnya orang itu berkata:”Aduhai,sekiranya dulu saya berbuat untuk hidupku saat ini.” (Al fajr:24).



1 comment:

Anonymous said...

Dear Rismi,
Thx a lot for yer blog, especially about this title..

U really r helping me to search the meaning of true love.

God bless U always!

Meutia
cemut_2001@yahoo.com