Dan mungkinkah aku dewasa
| Ah sampai juga akhirnya
penghabisan luka, penghabisan segala derita pada dunia, yang aku sendiri tak tau maknanya mungkin ini buntu yang harus ada pada jalan panjang tak bermakna ataukah ini persimpangan yang memang ada agar kita merasa makna trus terang, aku tak berani berharap hadirnya biarlah, mungkin benar, dewasaku adalah duka dan banggaku adalah angkuh pada dunia, akupun berharap, ini diriku apa adanya namun kau bilang, kerasnya batu kan sirna, dengan hanya tetesan embun penyejuk sukma dan kau datang sebagai teman, tuk ingatkan maknaku jangan membatu, atau kau kan merana aku menolak kata jiwa, aku ingin jadi batu saja tapi batu yang lunak ketika air menyapa selebihnya, biarkan, biarkan batu itu tetap ada memaknai duka yang memang harusnya ada duka yang aku tak tau, sampai kapan aku menahannya |
